Sanaa,LiputanIslam.com-Majalah asal Jerman, Der Spiegel, dalam laporannya menyatakan, kini perang Yaman telah berpindah ke jantung negeri Saudi. Serangan rudal terbaru pejuang Ansharullah ke Riyadh disebut sebagai bukti kegagalan agresi militer Saudi ke Yaman, juga merupakan noda yang mencoreng klan Saud.

Seperti diberitakan media-media, ibukota Saudi pada Selasa kemarin (19/12) dihantam rudal milik Yaman. Para saksi mata menuturkan, mereka melihat dua kepulan asap membubung ke angkasa Riyadh. Peristiwa ini terjadi saat Raja Salman dan sejumlah anggota keluarga kerajaan sedang berkumpul di istana Yamamah yang menjadi target rudal itu.

Menurut Der Spiegel, rakyat Yaman meyakini bahwa serangan rudal ke Riyadh itu adalah awal fase baru dalam perang. Para pejuang Yaman kini telah menyeret perang ke dalam wilayah Saudi. Berdasarkan data PBB, serangan udara Saudi dan sekutunya dalam dua pekan terakhir telah menewaskan 136 orang. Saudi pada 13 Desember dilaporkan melakukan 7 serangan ke sebuah penjara di Sanaa.

Majalah Jerman ini menulis, serangan rudal tersebut menunjukkan bahwa kekuatan militer Yaman masih bisa berbicara, walau telah digempur habis-habisan selama hampir 3 tahun.

Serangan rudal itu juga membuat Raja Salman malu berat, karena dia pernah menjanjikan kemenangan cepat atas Yaman pada 2015 lalu. Namun kini dia harus mengakui kepada rakyatnya bahwa ibukota negaranya diserang rudal di siang bolong. Entah seperti dampak kabar ini atas orang-orang yang selama bertahun-tahun hidup tanpa ancaman dari luar. (af/alalam/fars)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL