TelAviv,LiputanIslam.com-Tujuh hari setelah rontoknya jet tempur Israel oleh pertahanan udara Suriah, tentara Rezim Zionis mengizinkan detail-detail peristiwa tersebut dipublikasikan.

Menurut laporan al-Mayadeen yang dikutip dari Kanal 10 Israel, sejumlah rudal antiserangan udara yang menyasar jet Israel Sabtu lalu, sempat melintasi angkasa Tel Aviv (tengah Israel) dan Haifa (utara Israel).

Sumber-sumber yang dikutip Kanal 10 tersebut menyatakan bahwa rudal-rudal itu jatuh di laut. Saat itu, tak terdengar suara sirene di kawasan yang dilintasi rudal Suriah itu.

Media-media Israel mengabarkan, usai jet F-16 itu rontok, bandara Ben Gurion segera ditutup oleh para pejabat Rezim Zionis. Mereka tidak mengizinkan satu pun pesawat untuk mendarat atau lepas landas di bandara itu. Pesawat-pesawat yang menuju Ben Gurion diperintahkan untuk menunggu di bandara-bandara lain. Penutupan Ben Gurion, yang merupakan satu-satunya bandara internasional Israel, adalah sebuah langkah yang sangat penting.

Dalam enam pekan terakhir, jumlah rudal-rudal yang ditembakkan dari Suriah ke arah jet-jet Israel melebihi jumlah semua rudal yang ditembakkan selama 35 tahun terakhir.

Menurut sumber-sumber Israel, hal ini disebabkan kehadiran militer Rusia di Suriah. Mereka mengklaim, Moskow berniat mewujudkan stabilitas dan memperkuat kedaulatan Damaskus, terutama di zona udara. Caranya adalah dengan menggunakan sistem pertahanan udara untuk membendung agresi jet-jet tempur Israel.

Alex Fishman, analis politik Israel, mengatakan kepada harian berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth,”Israel telah dipermalukan, karena jet tempur modernnya rontok oleh rudal kuno milik Suriah.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*