Teheran,LiputanIslam,com-Presiden Iran menyindir sejumlah negara di Timteng yang tidak tahu diri, lantaran bekerjasama dengan AS dalam menyudutkan Teheran.

Dalam rapat kabinet hari Rabu (24/4), Hassan Rouhani mengatakan, saat ini Iran memiliki hubungan amat baik dengan mayoritas negara-negara tetangganya. Hanya ada satu dua negara yang disebutnya harus lebih wawas diri.

“Saudi dan UEA harus menyadari, mereka masih bertahan sampai hari ini berkat keputusan bijak Republik Islam Iran. Andai bukan karena keputusan yang diambil para petinggi negara kita saat Saddam menyerang Kuwait, niscaya tak ada jejak Saudi dan UEA hari ini,”kata Rouhani.

“Ketika Saddam berniat menyerang Kuwait, dia meminta Iran untuk bungkam atau membantunya. Saddam tak hanya berniat untuk menduduki Kuwait saja. Dalam suratnya kepada mendiang Hashemi (Rafsanjani), Saddam mengatakan, Irak dan Iran akan memiliki perbatasan bersama sepanjang 800 km (andai Teheran membantu Baghdad menginvasi Kuwait). Ini menunjukkan, Saddam juga mengincar Saudi, Oman, UEA, dan Qatar.”

Rouhani menyatakan, Saudi dan UEA harus berterima kasih atas sikap Iran saat itu, yang tidak bersedia untuk memenuhi permintaan Saddam dalam menyerbu negara-negara Teluk.

Rouhani lalu menyindir Saudi dan UEA, yang menyatakan siap untuk menutupi defisit minyak jika AS sukses menghentikan ekspor minyak Iran.

“Apakah kalian tidak tahu, bahwa ini berarti permusuhan terhadap rakyat Iran? Tidakkah kalian sadar bahwa era Trump akan segera berakhir, dan kita masih akan tetap bertahan sebagai tetangga untuk waktu yang lama? Jadi sebaiknya kita memikirkan persahabatan langgeng di kawasan ini,”tandas Rouhani. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*