Riyadh,LiputanIslam.com—Human Right Watch (HRW) dan Amnesti Internasional mengatakan bahwa Arab Saudi kini semakin meningkatkan tekanannya pada para aktivis perempuan dan menyebut mereka sebagai “pengkhianat”. Sampai saat ini, setidaknya 11 aktivis telah dijebloskan ke penjara oleh rezim Arab Saudi.

“Beberapa hari terakhir, jumlah aktivis yang diringkus petugas keamanan Arab Saudi meningkat hingga dua kali lipat dari hari-hari sebelumnya,” terang organisasi HAM itu pada Jum’at (25/5). Selama seminggu terakhir, kantor berita pro pemerintah Saudi mengumumkan nama-nama dan foto para aktivis yang telah diamankan petugas. “Ini adalah kampanye kotor,” tambah organisasi HAM itu.

Rezim Saudi menuduh para aktivis itu telah menjalin hubungan bawah tanah dengan partai-partai asing serta mengganggu stabilitas di sekitar.

Di antara aktivis yang ditangkap adalah seorang pembela HAM perempuan, Loujain al-Hathloul. Ia adalah aktivis yang vokal menyuarakan kecaman terhadap larangan mengemudi bagi perempuan. Koran Arab Saudi, Okaz, mengumumkan bahwa tujuh aktivis yang telah ditangkap terancam hukuman mati.

Pengaman HAM (HRW) mengatakan bahwa Putera Mahkota, Mohammed bin Salman seharusnya berterimakasih pada para aktivis atas kontribusi yang telah diberikan bagi pergerakan HAM perempuan Saudi. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*