Riyadh,LiputanIslam.com—Sebuah pengadilan di Saudi Arabia memutuskan hukuman tujuh tahun penjara untuk seorang penulis, Nazeer al-Majed, yang dianggap sebagai pembangkang politik dan aktivis Hak Asasi Manusia.

Pengadilan Banding di Riyadh menjatuhkan putusan kepada seorang ayah dua anak yang berusia 39 tahun, pada Kamis (1/6). Keputusan ini adalah penegasan atas putusan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Pengadilan Khusus Kriminal (SCC) pada 18 Januari lalu.

Sebelumnya, SCC telah menghukum Nazeer dengan hukuman tujuh tahun penjara, beserta larangan terbang selama tujuh tahun, dan denda sebesar 100.000 Riyal Saudi (sekitar 26.000 Dolar AS)

Nazeer dihukum karena “melanggar kesetiaan kepada penguasa” Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, “berpartisipasi dalam aksi demonstrasi, menulis artikel yang menentang kebijakan negara, dan berkorespondensi dengan media.”

Nazeer sebelumnya ditangkap pada tanggal 17 April 2011 di sekolah umum Jabal al-Noor, di kota al-Khobar, tempat ia bekerja.

Awalnya, ia ditahan selama lima bulan di sel isolasi dan dipenjara di kota Dammam tanpa melalui proses persidangan. Namun pada 26 Juli 2012 ia sempat dibebaskan.

Pada tanggal 24 Oktober 2016, ia didakwa telah melakukan pelanggaran yang didasarkan pada haknya untuk berekspresi, berorganisasi, dan berkumpul secara damai. Nazeer ditahan di sidang pengadilan kelima pada 18 Januari lalu, setelah dijatuhi hukuman penjara.

Amnesty Internasional mendesak pemerintah Arab Saudi untuk segera membebaskan Nazeer tanpa syarat apapun.

Organisasi HAM telah berulang kali mengkritik Inggris dan Amerika Serikat karena telah memberikan izin kepada rezim Saudi untuk melakukan pelanggaran HAM terhadap rakyatnya sendiri. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL