Manama,LiputanIslam.com-Stasiun televisi al-Manar melaporkan, rezim Al Khalifa di Bahrain tengah melakukan operasi pencabutan kewarganegaraan terbesar di dunia. Hingga kini, status kewarganegaraan 985 warga Bahrain telah dicabut hanya karena mereka orang Syiah. Badan Amnesti Internasional menyatakan, pencabutan kewarganegaraan adalah cara rezim Bahrain untuk menindas.

Dilansir oleh al-Manar, usai pengadilan sandiwara selama setahun, pemerintah Bahrain mengadakan pertemuan pada Selasa (16/4) untuk mengambil keputusan dalam berkas yang dinamakan “Hizbullah.” Pengadilan memutuskan untuk mencabut kewarganegaraan 138 warga, menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup atas 69 orang, dan hukuman kurungan selama 3-10 tahun terhadap puluhan lainnya.

Yang mengherankan, hakim pengadilan, yaitu Badr Abdul Latif Abdullah, adalah orang kelahiran Afghanistan. Dia dan keluarganya diberi kewarganegaraan Bahrain, sedangkan kewarganegaraan ratusan warga asli justru dicabut.

Kontradiksi dalam kasus ini telah menimbulkan skandal bagi pemerintahan Bahrain. Usai ditahannya ratusan warga Bahrain, jaksa umum menuduh mereka terkait dengan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Kementerian dalam negeri Bahrain juga mengklaim, mereka menjalin hubungan dengan sejumlah pihak asing. Sebab itu, pengadilan atas mereka didasari pasal UU antiterorisme. Dengan pasal ini, pemerintah Bahrain bisa memenjarakan para tertuduh dalam waktu lama. (af/yjc)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*