ABCTeheran, LiputanIslam.com — Israel khawatir terhadap ideologi atau pemikiran Revolusi Islam Iran, terang Komandan Pasukan Basij Iran Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi.

“Hari ini Zionis mengalami mimpi buruk yang berkaitan dengan pendudukannya terhadap Palestina. Dan saat ini, mereka memang membutuhkan kelompok Takfiri sebagai perisai untuk menghalangi gerakan yang memiliki ideologi yang sejalan dengan Revolusi Islam,” paparnya, sebagaimana dilansir Farsnews (11/5/2016).

Merupakan suatu keajaiban, tambah Jenderal Naqdi, menyaksikan seorang pemuda Irak yang pernah berperang melawan Iran selama delapan tahun, kini memegang foto seorang Jenderal Iran yang berperang melawan kelompok Takfiri.

Ia juga mengingatkan bahwa AS, Israel, dan sekutunya telah berkolaborasi untuk mengancam, dan jika bisa, melemahkan Iran.

“Musuh telah menggunakan diktator Saddam dalam perang Iran-Irak, lalu mengenakan sanksi untuk membuat kita terpuruk, dan selanjutnya mereka melakukan perang proksi,” tambah dia. Namun Jenderal Naqdi yakin, bahwa Iran mampu menggagalkan segala tipu daya musuh.

Sebagai negara yang diatur berdasarkan atas hukum Islam (mazhab Syiah), Iran sangat keras menggaungkan perjuangan melawan kezaliman, tanpa memandang siapapun pelakunya.

Tentu saja, ideologi perlawanan terhadap kezaliman adalah mimpi buruk bagi para penindas dan agresor. Tak pelak, Iran diperangi, dimusuhi, dan diembargo. Namun berlalu puluhan tahun, bukannya terpuruk, Iran justru semakin berkibar.

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Ayatollah Khamenei sendiri telah memberikan peringatan bahwa musuh berusaha melakukan perang proksi yang dimulai dari perbatasan.

“Pasukan Garda Revolusi Islam, dan semua Angkatan Bersenjata Iran kini menjaga batas-batas keamanan nasional, mewaspadai, dan menjaga dengan ketat. Jika sampai ada kerusakan yang timbul, yakinlah bahwa kami akan memberikan reaksi yang keras,” tegasnya.

Ayatollah Khamenei juga menepis propaganda bahwa Iran telah terisolasi, karena faktanya, pasca kesepakatan nuklir Iran, negara-negara Eropa dan Asia berduyun-duyun merangkul Iran, menjalin kerjasama dalam berbagai bidang.

“Upaya musuh sia-sia belaka, kebijakan Iran menuai apresiasi dari negara-negara lain,” paparnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL