Riyadh,LiputanIslam.comReuters dalam analisisnya menyebutkan, Muhammad bin Salman gagal mendapatkan hasil yang dikehendakinya dari perseteruannya dengan Iran.

“Para petinggi negara-negara Arab menuduh Teheran dan Hizbullah sebagai dalang kekacauan di Timteng. Namun mereka gagal mencapai kesepakatan untuk mengambil tindakan nyata atas dua tertuduh itu,”ungkap Reuters.

Menurut kantor berita ini, pertemuan Liga Arab di Kairo diadakan setelah Saudi memperuncing perseteruan dengan Iran.

Pertama-tama, Saudi mengklaim bahwa rudal-rudal Yaman yang mengenai bandara Raja Khaled pada 4 November adalah buatan Iran. Riyadh menganggapnya sebagai bentuk “pernyataan perang” dari Teheran.

Beberapa hari kemudian, Saudi berupaya meningkatkan tekanan atas Iran dan Hizbullah dengan cara memaksa Saad Hariri mundur dari jabatannya.

“Tindakan-tindakan ini mencerminkan kebijakan luar negeri Muhammad bin Salman yang haus perang. Bin Salman ingin berhadapan dengan Iran secara langsung,”tulis Reuters.

“Namun tekanan atas Hariri untuk mundur dan meruncingnya konflik dengan Iran terkait masalah Yaman, justru membawa hasil berlawanan bagi sang putra mahkota dan penasihatnya. Tiadanya dukungan negara-negara Arab terhadap tindakan tegas atas Iran dan Hizbullah, adalah tanda keengganan sejumlah besar sekutu Saudi untuk menghadapi Teheran,”pungkas Reuters. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL