Washington,LiputanIslam.com-Kantor berita Reuters dalam laporan khususnya pada Kamis (7/6) mengungkapkan, sehari sebelum Trump menyatakan keluar dari JCPOA, pemerintah AS mengontak pemerintah Saudi dan mendapat jaminan bahwa Riyadh akan menutupi defisit minyak akibat pengurangan ekspor minyak Iran.

Menurut laporan ini, dengan bertambahnya harga minyak di bulan-bulan terakhir dan dukungan Saudi terhadap pembatasan tawaran minyak di pasar-pasar dunia, statemen Riyadh yang mendukung keluarnya AS dari JCPOA dan kesediaannya untuk menutupi defisit minyak telah membuat anggota-anggota OPEC terheran-heran.

Berdasarkan kutipan Reuters dari tiga sumber terpercaya, sebelum Washington menyatakan keluar dari JCPOA, seorang pejabat senior AS menghubungi Muhammad bin Salman guna mendapat garansi bahwa Washington bisa mengandalkan bantuan Riyadh.

Sumber-sumber ini mengungkapkan, Washington khawatir keluarnya AS dari JCPOA dan terbatasnya minyak Iran di pasar dunia akan meningkatkan harga minyak.

Seorang pejabat Saudi tidak mengkonfirmasi kontak Washington dengan Bin Salman, namun dia mengatakan,”Kami sudah diberitahu sebelum AS mengumumkan keluar dari JCPOA…Kami selalu berdialog dengan AS terkait dengan kestabilan pasar minyak.”

Keputusan Saudi untuk meningkatkan produksi minyak bisa membahayakan kesepakatan yang dijalin pada Januari 2017 antara OPEC dan Rusia terkait dibatasinya penawaran minyak di pasar dunia.

Menurut Reuters, statemen mendadak Saudi membuat sebagian sekutunya kecewa. Negara-negara Arab ini berpendapat, seharusnya Saudi berkonsultasi dengan mereka sebelum merilis statemen di atas. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*