Direktur CIA

Direktur CIA

Washington, LiputanIslam.com — Seorang remaja Amerika Serikat, non-Muslim, mengaku telah meretas akun milik Direktur CIA, John Brennan dan akun milik Sekretaris Keamanan Departemen Dalam Negeri Jeh Johnson. Hal itu ia lakukan sebagai reaksi atas kebijakan yang diambil pemerintah AS terhadap Palestina yang kini yang teraniaya dalam agresi terbaru dari Zionis Israel.

Remaja itu, yang identitasnya tidak dipublikasikan, adalah pendukung Palestina. Melalui media sosial ia mengaku termotivasi meretas akun Brennan karena kebijakan luar negeri AS terhadap Palestina. Ia merilis bagian-bagian yang diedit dari data akun AOL Brennan, termasuk aplikasi sebanyak 47 halaman yang memiliki pengamanan tingkat tinggi.

“John Brennan dan Jeh Johnson adalah tokoh besar dan berpangkat tinggi. Jadi maksud saya, jika akun mereka berhasil diretas, maka mereka akan malu. Hal ini saya lakukan semata-mata karena pemerintah membunuh orang yang tidak bersalah, dan mereka juga mendanai Israel untuk membunuh warga Palestina yang tidak bersala,” ujarnya, seperti dilansir Press TV, 19 Okttober 2015.

Media AS melaporkan bahwa dalam akun tersebut, tidak ada informasi yang sifatnya sensitif. Namun peretasan akun milik Direktur CIA, memang diakui memalukan.

Laporan ini muncul ketiga ketegangan semakin memuncak antara para demonstran Palestina dan pasukan Israel. (Baca juga: 18 Hari Intifada 3 Palestina, Jumlah Syuhada Jadi 46 Orang)

Sementara itu, juru bicara Departemen Dalam Negeri menyatakan, “Kami tidak akan membahas mengenai masalah keamanan informasi milik Jeh Johnson. Kami telah meneruskan masalah ini kepada pihak yang berwenang. Hal senada juga dinyatakan oleh CIA, bahwa mereka akan menyerahkan masalah tersebut kepada pihak yang berwenang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL