foto: alalam

foto: alalam

Damaskus, LiputanIslam.com — Pemerintah Suriah dilaporkan telah membebaskan 270 pemberontak yang ditahan. Seperti diketahui, Presiden Suriah Bashar al-Assad sebelumnya telah menyatakan dalam sebuah pidato, bahwa semua militan/ pemberontak yang menyerahkan diri, mereka akan diampuni sebagai bentuk rekonsiliasi negara.

Dengan semakin menguatnya posisi Suriah yang didukung sekutu-sekutunya di seluruh wilayah, semakin banyak militan yang meletakkan senjata.

Pada hari Sabtu, (5/12/2015) sekitar 200 militan dari daerah Zabadani dan Madaya, Damaskus, menyerahkan diri kepada pihak berwenang.

“Pemerintah Suriah telah berjanji mengampuni semua orang yang meletakkan senjata secara sukarela dan tetap setia memegang janjinya. Ini mendorong kami untuk berhenti melakukan pemberontakan, terutama mengingat kemajuan dari Pasukan Arab Suriah (SAA), NDF, dan Hizbullah, yang didukung oleh Angkatan udara Rusia. Mereka telah mendapatkan momentum kemenangan,” ujar salah satu militan yang menyerah, seperti dilansir Alalam, (7/12/2015).

Semakin hari semakin banyak saja militan yang menyerahkan diri. Pada bulan Oktober lalu, tercatat 558 militan telah menyerah. Akhir bulan November, setidaknya 184 militan yang beroperasi di Damaskus, Aleppo dan Deir Ezzor telah meletakkan senjata. Pada saat pangkalan Kwaires berhasil diambil alih oleh pasukan gabungan Suriah, 69 militan juga menyerahkan diri. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL