Tunis,LiputanIslam.com-Front Rakyat Tunisia, yang merupakan koalisi delapan partai sayap kiri dan nasionalis, mengecam keras intervensi Muhammad bin Mahmud al-Ali, dubes Saudi, dalam urusan pemerintahan negara tersebut.

Front ini mengutuk statemen dubes Saudi yang menentang keanggotaan Mubaraka Barahimi, wakil Front Rakyat dalam komite persahabatan parlemen Tunisa-Teluk Persia. Sikap dubes Saudi dianggap bertentangan dengan etika diplomatik.

Front Rakyat meminta agar ketua parlemen Tunisia bersikap tegas terhadap perilaku semacam ini.

Seorang petinggi Front Rakyat, Muhsin al-Nabiti, dalam wawancara dengan Arabi 21 mengatakan, pertemuan dubes Saudi dengan anggota komite persahabata parlemen Tunisia-Teluk Persia (yang juga dihadiri al-Barahimi) berlangsung dalam suasana panas.

“Dubes Saudi dalam sebuah pertemuan mengajukan permintaan aneh, yaitu meminta agar komite persahabatan mendukung negaranya dalam agresi ke Yaman,”kata al-Nabiti.

Menurutnya, al-Barahimi dalam pertemuan itu menuduh dubes Saudi mencampuri urusan Libya, Yaman, dan Suriah. Tuduhan ini memicu amarah Bin Mahmud sehingga dia meminta ketua parlemen Tunisia menekan al-Barahimi untuk mengundurkan diri dari komite.

“Jika wanita ini masih berada dalam komite ini, anggaplah komite ini sudah mati,”kata al-Nabiti mengutip ucapan Bin Mahmud.

Seorang petinggi Front Rakyat meminta dubes Saudi menghormati pilihan parlemen, karena semua anggota telah dipilih secara demokratis oleh rakyat Tunisia. Dia menegaskan, al-Barahimi tetap akan menjadi anggota komite untuk menjalankan tugasnya.

Kedubes Saudi di Tunisia dikabarkan belum menjawab pertanyaan-pertanyaan Arabi 21 terkait masalah ini.

Ini bukan kali pertama Saudi mencampuri urusan internal Tunisia. Pemecatan menteri agama Abdul Jalil bin Salim adalah bukti paling jelas akan hal ini. Abdul Jalil dipecat usai dia menuduh Saudi “menyebarkan terorisme dan paham takfiri ke Dunia Islam melalui ajaran Wahabi.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*