Riyadh,LiputanIslam.com-Salman bin Abdul Aziz, raja Saudi, menyampaikan pernyataan kontroversial terkait rakyat Suriah. Dia berkata, rakyat Suriah berjasa kepada Saudi, tapi menghancurkan negara mereka sendiri.

Raja Salman mengungkapkan ‘keprihatinannya’ atas kerusakan yang terjadi di Suriah; negara yang dihadapkan pada perang dan pertumpahan darah sejak 7 tahun lalu.

The Indipendent edisi Minggu (21/5) menulis,”Dalam pertemuan dengan Donald Trump, Raja Salman mengatakan, dahulu Suriah adalah negara maju.”

Dalam pertemuan tersebut, Salman mengklaim, Saudi merekrut banyak dosen dan ilmuwan asal Suriah serta mempekerjakan mereka.

“Para dosen dan ilmuwan Suriah berjasa besar bagi Saudi. Namun sayangnya, mereka justru menyebabkan kehancuran negara mereka sendiri. Sebuah negara bisa dihancurkan dalam beberapa detik, namun rekonstruksinya membutuhkan upaya yang menguras energi,”ujar Salman.

Menurut The Independent, ini adalah kunjungan luar negeri pertama Trump sejak ia berkuasa. Dia disambut langsung oleh Raja Salman di bandara. Sedangkan saat Obama datang tahun 2016, dia tidak disambut Raja Salman di bandara.

Saudi memberikan bantuan dana, logistik, dan senjata kepada kelompok teroris di Suriah. Riyadh mengkritik pemerintahan Obama karena enggan terlibat secara militer di Suriah. Pihak Saudi mengklaim, pemerintahan al-Assad melakukan serangan kimia ke kawasan sipil dan berpendapat bahwa Amerika harus melibatkan diri. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL