Manama,LiputanIslam.com-Hamad bin Isa Al Khalifa (raja Bahrain) pada hari Minggu (21/4) membatalkan vonis pencabutan kewarganegaraan 551 warga Bahrain. Keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran PBB atas vonis tersebut.

Kantor berita resmi Bahrain mengumumkan, Raja Hamad menginstruksikan agar 551 terhukum itu kembali ditetapkan sebagai warga negara Bahrain. Sebelum ini, kewarganegaraan mereka dicabut atas dasar pasal antiterorisme.

Raja Bahrain meminta para pejabat terkait untuk mengkaji situasi para terhukum, serta menentukan kadar hukuman yang sesuai dengan tingkat ‘kejahatan’ yang dituduhkan atas mereka.

Menurut laporan situs al-Jazeera, sebuah pengadilan di Bahrain pada pekan lalu memvonis 138 orang dengan hukuman penjara antara 3 hingga seumur hidup, serta mencabut kewarganegaraan mereka. Mereka adalah bagian dari 169 orang yang dituduh membentuk kelompok teroris dan menjalin hubungan dengan Iran.

Kelompok oposisi Bahrain menyatakan, sejak 2011 lalu, pengadilan negara tersebut menjatuhkan beragam vonis berat kepada para penentang rezim Al Khalifa. Ratusan dari mereka dihukum penjara dan kewarganegaraaannya dicabut. Lembaga-lembaga HAM memperkirakan, sebanyak 990 orang telah dicabut kewarganegaraannya. Status kewarganegaraan 180 orang dari mereka dicabut hanya dalam rentang tahun 2019 ini.

Komisaris Tinggi HAM PBB pada Kamis lalu (18/4) mengutarakan kekhawatiran atas vonis pencabutan kewarganegaraan kelompok oposisi Bahrain. Menurut lembaga ini, pengadilan massal tidak memiliki standar-standar yang diperlukan untuk sebuah pengadilan yang objektif. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*