File photo of Saudi Arabia's King Abdullah bin Abdulaziz speaking at the opening ceremony of the OIC summit in MeccaRiyadh, LiputanIslam.com –Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz tutup usia setelah lama dirawat di rumah sakit akibat menderita pneumonia. Demikian dilansir Aljazeera dan berbagai sumber lainnya. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir di usianya yang ke 90 Jumat sekitar pukul satu dini hari.

Diberitakan juga bahwa Putra Mahkota Salman bin Abdulaziz secara resmi telah menjadi raja Saudi yang baru. Adapun yang menjadi putera mahkota adalah Pangeran Muqrin bin Abdulaziz.

Televisi pemerintah Arab Saudi mengumumkan, “Yang Mulia Salman bin Abdulaziz Al-Saud, semua anggota keluarga, dan seluruh bangsa berduka atas kepergian Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah bin Abdulaziz, yang meninggal tepat pukul 1 pagi pagi ini.”

Pangeran Salman sendiri telah ditunjuk menjadi putra mahkota sejak tahun 2012. Dia lahir pada tahun 1935. Dia merupakan satu dari tujuh anak Raja Abdul Aziz dari istrinya, Husa al-Sudairi. Sejak muda Pangeran Salman telah ditempa di School of Princes di Riyadh. Anak-anaknya kini menduduki posisi penting di Arab Saudi.

Salman dikenal sebagai sosok yang sangat konservatif, namun juga memiliki semangat besar melakukan reformasi dan perubahan sosial di negaranya. Hanya saja, usianya sekarang pun sudah 80 tahun. Beredar rumor bahwa kondisi kesehatannya juga kurang mendukung untuk melakukan tugas-tugas kenegaraan yang berat.

Sejak memburuknya kondisi kesehatan Raja Abdullah, instabilitas terus menghantui pemerintahan Arab Saudi. Taylor Locke, pakar urusan internasional dalam tulisan di Koran Christian Science Monitor seperti dikutip IRIB menyatakan bahwa memburuknya kondisi kesehatan Raja Abdullah membuat keluarga kerajaan Al-Saud terpecah gara-gara memperebutkan posisi pengganti Abdullah dan terbuka kemungkinan terjebaknya Riyadh dalam krisis internal dan eksternal.

Hal tersebut tidak lepas dari fakta bahwa Pangeran Salman sendiri sudah sangat tua, dan berdasarkan keterangan sumber-sumber yang dekat dengan kerajaan Saudi, Pangeran Salman sudah pikun. Hal inilah yang menyebabkan munculnya dugaan mengenai konflik dan kasak kusuk perebutan kekuasaan di kalangan internal keluarga.

Para pengamat juga percaya bahwa jika terjadi konflik internal di kalangan istana soal kekuasaan, kelompok oposisi akan muncul untuk memanfaatkan situasi yang ada.

Sejak November lalu, kawasan timur Arab Saudi dilaporkan semakin bergolak. Orang-orang bersenjata tak dikenal semakin sering menembaki mobil patroli polisi di kota Qatif, sebuah wilayah antara Al-Awamiyah dan Al-Qadih.

Keamanan Arab Saudi juga semakin sering bertindak keras menjurus brutal. Warga Syiah di kawasan timur yang sedang melaksanakan acara Asyura di Huseiniyah Al-Dalwah, kota Al-Ahsa serta Huseiniyah di dua desa Al-Qarah dan Al-Qarin, dibubarkan secara paksa. Akibatnya delapan orang tewas dan lebih dari 30 lainnya cedera. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*