London,LiputanIslam.com-Penulis ternama Palestina, Kamal Khalaf, dalam kolomnya di Rai al-Youm mengecam pemerintah negara-negara Arab. Menurutnya, sikap mereka di hadapan AS telah menyebabkan penghinaan terhadap bangsa Arab.

‘Selama ini, kita selalu menganggap kemuliaan, keagungan, dan sifat kesatria sebagai bagian dari karakter orang Arab. Namun apakah kita telah terpedaya? Ataukah era sekarang sudah berbeda? Di manakah semua karakter itu, saat kita sekarang berada dalam kemunduran?”tulis Khalaf.

“Ini adalah era yang di dalamnya kita tak bisa mencicipi kemuliaan lagi. Sungguh memalukan ketika presiden AS, di setiap momen, menghina sebuah pemerintahan Arab-Islam. Dia berkata,’Kalian orang-orang lemah harus membayar biaya perlindungan kalian. Jika tidak, maka takhta kalian akan lenyap.’ Menurut Trump, kalian tidak punya cara selain memberikan harta dan rezeki bangsa kalian kepada kami, agar kami bisa menggunakannya. Jadi, kami akan memerah kalian sampai habis.”

Khalaf menyatakan, saat ini adalah periode yang di dalamnya pemerintah AS menyerahkan kesucian bangsa Arab kepada musuh, sementara bangsa Arab hanya bisa bungkam.

“Kita (bangsa Arab) bahkan melakukan hal yang lebih buruk dari bungkam, yaitu membantu mereka merampas hak kita sendiri. Kita juga mendekati musuh bebuyutan Arab, yaitu Israel, dan bekerjasama dengan mereka untuk melawan negara yang memiliki kesamaan sejarah dan norma Islam dengan kita,”lanjutnya.

Khalaf lalu mempertanyakan, kenapa pemerintah Arab hanya berani melawan tetangga mereka, Iran, namun tunduk di hadapan Israel; musuh yang menjajah tanah Arab, menangkapi para wanita dan gadis, membantai anak-anak, serta merampas harta bangsa Arab.

“Apakah kita hanya pamer kekuatan dan senjata di hadapan saudara-saudara miskin kita di Yaman?… Apakah kita hanya berani di hadapan anak-anak Yaman?”

Penulis Palestina ini meminta agar bangsa Arab melawan presiden AS yang telah menghina mereka di hadapan masyarakat dunia.

“Jika Trump tak lagi mendukung Saudi, benarkah pemerintah Saudi akan rontok dalam dua pekan? Memangnya siapa yang mengincar Riyadh? Apakah Iran akan menyerang Saudi jika Trump menarik dukungannya? Saya yakin hal ini tidak akan terjadi. Bahkan, yang mungkin terjadi justru sebaliknya,”sambung Khalaf.

“Kita bangga berteman dengan Trump, padahal dia menghina kita. Namun, Trump, yang merupakan musuh Iran, justru berbicara dengan hormat kepadanya. Dia meminta bertemu dengan para pemimpin Iran, namun mereka menolaknya.”

“Lihat bagaimana Iran selalu keluar sebagai pemenang di setiap medan tempur, juga berhasil menjaga martabatnya di hadapan musuh, sedangkan kita, orang-orang Arab, dihormati oleh siapa di dunia ini?”tandas Khalaf. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*