Berlin,LiputanIslam.com-Radio Jerman dalam laporannya menyebut tindakan PM Israel terkait program nuklir Iran adalah sebuah langkah berbahaya.

“Israel disebut telah mengambil jalur berlawanan dalam masalah kesepakatan nuklir Iran (JCPOA). Langkah Benyamin Netanyahu pun tak didukung semua pihak dalam negeri Israel. Sikap Netanyahu juga dinilai bisa berujung pada ketegangan jangka panjang antara Israel-Iran.

“Waktu terus berjalan dan Trump harus mengambil keputusan final pada 12 Mei nanti, apakah dia akan tetap membekukan embargo atas Iran atau keluar dari JCPOA. Teater yang dibawakan Netanyahu menolong Trump dalam mengambil keputusan. ‘Dokumen-dokumen’ yang ditunjukkan PM Israel dianggap meyakinkan oleh Washington.”

Radio Jerman dalam laporannya menyatakan, Netanyahu dalam pertunjukannya tidak membawa bukti atas pelanggaran Iran terhadap isi JCPOA.  Dia menyebut Iran berbohong, padahal apa yang ditunjukkannya berkaitan dengan masa sebelum JCPOA, sehingga tak ada kaitannya sama sekali dengan kesepakatan tersebut.

“Harus ditanyakan apa yang akan terjadi jika keinginan Netanyahu terpenuhi? Apakah dunia Yahudi akan lebih aman? Hal seperti ini sulit terwujud. Teheran telah mengumumkan bahwa JCPOA tidak bisa dinegosiasikan lagi. Meski ini bukan kesepakatan ideal, namun itu lebih baik daripada program nuklir Iran tidak dikontrol,”demikian disebutkan dalam laporan media Jerman ini.

Menurut Radio Jerman, program nuklir Iran tak bisa ditangani secara militer, sebab sebagian fasilitas nuklir Iran berada di kedalaman 80 meter. Serangan udara pun akan kesulitan menghancurkan fasilitas nuklir tersebut. Jika pun bisa, dampaknya hanya bersifat sementara. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*