Doha,LiputanIslam.com-Juru bicara kemenlu Qatar menyatakan, statemen menteri penasihat urusan luar negeri Saudi mengandung kontradiksi, sehingga tidak perlu ditanggapi.

Dilansir dari saluran al-Jazeera, Lolwah al-Khater bereaksi terhadap statemen Adel al-Jubeir, yang menuduh Qatar berperilaku buruk terhadap negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Menurut al-Khater, pernyataan al-Jubeir aneh, karena dilontarkan dalam konferensi yang bertujuan menyatukan dan memperkuat kerjasama negara-negara anggota GCC.

Ia menegaskan, tuduhan-tuduhan al-Jubeir tidak bakal ‘laku’ di dunia internasional.

“Pernyataan al-Jubeir berisi banyak kontradiksi. Dia mengawali pembicaraannya dengan urgensi persatuan di antara negara-negara Arab dan anggota GCC. Al-Jubeir mengundang mereka untuk menghadiri pertemuan di Makkah. Namun, dia mengubah alur pembicaraannya dan melontarkan tuduhan kepada Qatar,”kata al-Khater.

“Bagaimana mungkin dua hal ini bisa digabungkan? Dari satu sisi, ia menyerukan persatuan, tapi dari sisi lain, dia justru menyerang sebuah negara Arab sahabat secara verbal,”lanjutnya.

“Selain itu, sesuatu yang dilupakan al-Jubeir, atau pura-pura dilupakannya, adalah kebijakan yang diambil 4 negara Arab dalam memblokade Qatar dua tahun lalu. Ini adalah penyebab utama perselisihan di GCC. 4 negara ini bukan hanya menekan Qatar, tapi juga menekan negara-negara Arab lainnya,”tandas al-Khater.

Jubir kemenlu Qatar menegaskan, statemen kontradiktif dan tuduhan-tuduhan al-Jubeir hanya pantas dikonsumsi media, sehingga tidak layak untuk ditanggapi.

Dalam konferensi pers, Minggu (19/5) kemarin, al-Jubeir menuduh Qatar telah menghina negara-negara anggota GCC sejak 1995. Dia mengklaim, Riyadh tak akan membiarkan Qatar mencampuri urusan internal Saudi serta melanjutkan tindakan destruktifnya. (af/alalam)

 

Berita Terkait:

Terjadi Serangan Misterius, Raja Saudi Serukan KTT Darurat GCC dan Liga Arab

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*