Doha,LiputanIslam.com-Otoritas Penerbangan Sipil Qatar membantah tudingan UEA terkait penghadangan jet tempur Qatar terhadap pesawat komersil UEA.Menurut Doha, klaim UEA bertujuan menutup-nutupi dilanggarnya zona udara Qatar.

Kantor berita resmi UEA, WAM, pada Senin kemarin (26/3) mengklaim, pesawat komersilnya yang sedang terbang di angkasa Bahrain didekati “secara membahayakan” oleh dua jet tempur Qatar.

Usai dirilisnya statemen UEA, Bahrain dalam pernyataannya menyebutkan, sekitar pukul 14.35 waktu setempat, dua jet tempur Qatar terbang di angkasa Bahrain di ketinggian 30 ribu kaki tanpa meminta izin.

Otoritas Penerbangan Qatar balik menuduh bahwa pemerintah Bahrain tidak mengindahkan peringatan-peringatan Doha terkait Perjanjian Chicago. Bahrain dituding kerap melanggar zona udara Qatar.

“Qatar selalu melaksanakan semua kode etik internasional tentang keharusan menjaga keselamatan navigasi udara,”demikian disebutkan dalam statemen Otoritas Penerbangan Qatar.

Seperti diketahui, Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir memutus hubungan dengan Qatar dan memblokade jalur darat, udara, dan laut dengannya sejak 5 Juni 2017. Hal ini dilakukan menyusul tuduhan empat negara tersebut bahwa Qatar adalah pendukung terorisme.

Doha membantah tuduhan tersebut dan mengatakan, negara-negara pemboikotnya tidak punya bukti meyakinkan atas tuduhan mereka.

Negara-negara yang tengah bertikai ini saling menuduh pihak lain telah melanggar zona udaranya. Qatar sendiri dikabarkan telah mengirim surat ke sekjen PBB dan ketua Dewan Keamanan terkait masalah ini. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*