Doha,LiputanIslam.com-Menteri Luar Negeri Qatar menyatakan, pemerintahnya tidak pernah memohon dari Pakistan untuk mengirim pasukan ke Doha. Sebelum ini, tersiar kabar bahwa permohonan ini diajukan demi melindungi Qatar dari negara-negara Arab rivalnya.

Dalam wawancara dengan stasiun RT, Muhammad bin Abdurrahman Al Thani mengatakan, pangkalan al-Adid Amerika adalah markas utama pendukung perang melawan terorisme.

“Siapa pun tidak berhak menggunakan pangkalan ini tanpa seizin Qatar. Terkait permohonan bantuan militer dari Pakistan, Qatar menegaskan bahwa berita ini tidak benar,”ungkap Al Thani.

Al Thani pergi ke Rusia hari Sabtu (10/6) dan bertemu dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov.

Dalam pertemuan tersebut, Lavrov menyatakan kekhawatiran Moskow atas pemutusan hubungan diplomatik sejumlah negara Arab dengan Qatar.

Menurut Lavrov, dialog adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Dia menegaskan, Moskow siap untuk terus berhubungan dengan pihak-pihak yang bertikai dan mendukung tiap langkah penyelesaian masalah.

“Bahaya utama bagi Timteng dan kawasan lain adalah terorisme. Sebab itu, perlu ada penyatuan upaya untuk menghadapi terorisme,”kata Lavrov.

Al Thani menyampaikan apresiasi terhadap usaha Rusia untuk membantu Qatar saat tengah diblokade negara-negara tetangganya. Dia menegaskan, Doha juga selalu berusaha menyelesaikan masalah melalui dialog. Qatar juga disebutnya menyambut baik upaya sejumlah negara seperti Kuwait untuk menjadi penengah. (af/alalam/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL