Doha,LiputanIslam.com—Qatar Airways telah meminta badan penerbangan PBB untuk mengecam aksi pemboikotan ilegal yang tengah dibintangi oleh beberapa negara Arab di kawasan Teluk Persia terhadap perusahaan penerbangan Qatar.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Senin (12/6), CEO Qatar Airways, Akbar Al-Baker, menyebut aksi pemboikotan yang dilakukan oleh beberapa negara Arab seperti Arab Saudi, dkk, sebagai “blokade ilegal”.

Baker juga mendesak Dewan Penerbangan Sipil Internasional “agar terlibat secara serius menggunakan wewenang mereka untuk menyatakan bahwa boikot ini merupakan tindakan ilegal,” ucap Baker seperti dikutip oleh CNN.

Dia mengatakan bahwa tindakan tersebut telah melanggar kesepakatan tahun 1944 tentang transportasi udara yang berwenang sebagai pengawas dan pengatur penerbangan internasional.

Pada tanggal 5 Juni kemarin, Arab Saudi diikuti oleh beberapa negara teluk lainnya seperti Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab telah memutuskan hubungan dengan Qatar, serta menuduh bahwa Doha telah memberikan dukungannya terhadap terorisme dan mengganggu stabilitas di wilayah Teluk. Tak hanya itu, mereka juga menghentikan semua lalu lintas darat, laut, maupun udara dengan Qatar, serta mengusir para diplomat negara Qatar dari negara mereka.

Mantan Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, kemudian Libya, Maladewa, Djibouti, Senegal, dan Komoro juga turut bergabung bersama Arab Saudi untuk memusuhi Qatar.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al-Thani menolak dan mengatakan “mereka mencoba untuk mencampuri urusan dalam negeri Qatar dan memaksakan kehendak mereka di negara ini.”

Ia juga menegaskan bahwa keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik tersebut tidak dapat dibenarkan dan hanya didasarkan atas klaim dan asumsi yang salah. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL