Suriah,LiputanIslam.com—Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa serangan rudal AS pada pangkalan udara Suriah di dekat Homs telah melanggar hukum internasional dan merusak hubungan Rusia-AS secara serius.

Juru bicara Rusia, Kremlin Dmitry Peskov, mengatakan bahwa pemimpin Rusia menganggap serangan AS sebagai tindakan “agresi terhadap bangsa yang berdaulat,” yang didasarkan atas dalih palsu. Jum’at, (7/4).

Ia menambahkan bahwa serangan itu merupakan upaya AS untuk mengalihkan perhatian dunia atas kematian warga sipil di Irak.

Rusia tidak percaya bahwa Suriah memiliki senjata kimia. Peskov menambahkan bahwa serangan AS pasti akan menciptakan hambatan serius untuk membuat koalisi internasional melawan terorisme.

Sebelumnya, kepala pertahanan dan komite keamanan di majelis tinggi Rusia mengatakan bahwa Rusia akan memanggil dewan keamanan PBB agar segera melaksanakan pertemuan darurat atas serangan itu.

Viktor Ozerov memperingatkan AS atas konsekuensi serangan udaranya. Ia mengatakan,”Serangan ini bisa disebut sebagai tindakan agresi AS terhadap PBB.”

Ketua komite urusan internasional di majelis tinggi parlemen Rusia, Konstantin Kosachev, mengatakan bahwa serangan itu telah menempatkan kerjasama Rusia dengan AS atas krisis Suriah menjadi semakin rumit.

Sebelumnya, Rusia telah memperingatkan bahwa mungkin ada konsekuensi negatif jika Washington mengambil tindakan militer atas Suriah.

Sejak 2014, militer Rusia telah memberikan perlindungan udara kepada pasukan Suriah yang beroperasi melawan kelompok teroris. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL