Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, saat melakukan perundingan di Moskow, pada 5 Oktober.

Riyadh,LiputanIslam.com—Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin mendiskusikan perkembangan terbaru yang terjadi di Timur Tengah, termasuk situasi di Suriah dan Qatar.

Berdasarkan atas keterangan dari media Kremlin, Putin dan Salman telah bertukar pandangan seputar isu-isu di Timur Tengah melalui telepon pada Rabu (14/2), termasuk hasil Kongres Nasional Suriah yang telah berlangsung di Sochi.

Rusia, Iran, dan Turki adalah tiga negara yang telah menginisiasi perundingan damai untuk Suriah di Ibu Kota Astana, Kazakhstan sejak Januari 2017 lalu. Bahkan, tiga negara itu telah berperan sebagai penjamin proses perdamaian di negara perang tersebut. Menindaklanjuti perundingan Astana, Rusia pun menggelar perundingan lanjutan di Sochi, Rusia.

Putin dan Salman juga membicarakan ketegangan yang terjadi antara Qatar dan negara-negara regional lainnya.

“Pihak Rusia menekankan bahwa perselisihan telah membuat kerjasama melawan terorisme dan mengembalikan stabilitas di Timur Tengah pun menjadi tidak kondusif,” ucap Kremlin.

Arab Saudi, bersama dengan UEA, Bahrain, dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni 2017 dan menuduh Qatar telah mendanai aksi terorisme.

Menlu Qatar mengumumkan bahwa pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan oleh beberapa negara Arab tidak dapat dibenarkan dan berdasarkan atas asumsi palsu. Pada 9 Juni, Qatar mengecam keras tuduhan Arab Saudi dan koleganya yang menyebut Qatar telah mendukung terorisme.

Pada 23 Juni, Arab Saudi dan aliansinya merilis 13 tuntutan kepada Qatar agar hubungan mereka kembali membaik. Di antara tuduhan-tuduhan tersebut adalah penutupan kantor televisi al-Jazeera dan memutuskan hubungan dengan Iran. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*