Riyadh,LiputanIslam.com-Laporan yang dimuat di harian Inggris, The Times, tentang proyek “Saudi Arabia`s Vision 2030” memicu kontroversi di tengah masyarakat Saudi. Salah satu rencana dalam proyek ini adalah membangun sejumlah resor di pesisir Laut Merah yang membebaskan para wanita mengenakan bikini.

Laporan serupa yang juga dimuat di sejumlah media ini menimbulkan kegemparan di tengah masyarakat konservatif di dalam dan luar Saudi. Menurut laporan media-media Barat, proyek ini digagas putra mahkota Saudi, Muhammad bin Salman, guna menggalakkan sektor pariwisata di Laut Merah. Namun proyek ini bertentangan dengan aturan ketat hijab yang diberlakukan atas para wanita Saudi.

Pasca dimuatnya laporan-laporan ini, warga Saudi melalui media-media sosial menyampaikan tuntutan kepada para pejabat kerajaan. Mereka menuntut agar para wanita Saudi diberi kebebasan lebih banyak (seperti izin mengemudi), alih-alih diperkenankan untuk mengenakan bikini di pantai-pantai Saudi.

Sebagian netizen Saudi berpendapat, kebebasan untuk mengenakan bikini di sejumlah kawasan justru merupakan penghinaan bagi wanita Saudi. Alasannya, mereka belum memperoleh hak-hak lain yang lebih fundamental, seperti kebebasan keluar rumah dan mengemudi mobil. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL