Kirkuk,LiputanIslam.com—Gubernur Kirkuk, Najmadin Karim, mengatakan pada Minggu (20/8), bahwa Provinsi Kirkuk akan berpartisipasi dalam acara referendum untuk wilayah Kurdistan dari Irak yang rencananya akan digelar pada 25 September mendatang.

Hal ini disampaikan Karim usai melakukan pertemuan dengan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB (SRSG) untuk Irak, Jan Kubis, pada Minggu kemarin di Kirkuk.

“Provinsi Kirkuk akan turut serta dalam proses referendum yang rencananya akan digelar pada 25 September mendatang,” ucap Karim.

Ia juga menegaskan bahwa pemilihan juga harus dilaksanakan di Kirkuk, seperti provinsi-provinsi Irak lainnya.

Kubis mendesak agar dialog antara Kurdistan dan Baghdad segera dilaksanakan supaya persoalan ini dapat segera terselesaikan.  Tak hanya itu, Kubis juga menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh delegasi Kurdi ke Baghdad untuk berdialog dengan partai dan para pejabat pemerintah Irak.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, Presiden Irak, Fuad Masum, Wakil Presiden Irak, Nouri al-Maliki, Pemimpin Aliansi Nasional Irak, Ammar al-Hakim, Juru Bicara Parlemen Irak, Salim al-Jabouri, dan Ketua Organisasi Syiah, Dubes AS, Iran, dan Turki.

Sementara itu, delegasi Kurdistan terdiri dari Petinggi Partai Demokrasi Kurdistan (KDP), Rozh Nuri Shawais, Petinggi Serikat Patriotik Kurdistan (PUK), Saadi Ahmed Pira, Anggota Parlemen Irak-Kurdi, Vian Dakhil, Kepala Staf Kepresidenan Kurdistan, Fuad Hussein, dan Utusan Serikat Islam Kurdistan, Mohammed Ahmed.

Kurdistan telah mendeklarasikan rencana referendum agar terpisah dari Irak sejak 7 Juni kemarin. Rencananya, referendum akan digelar pada 25 September mendatang. (fd/NRT)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL