LaPaz,LiputanIslam.com-Para pendukung Evo Morales (presiden Bolivia yang mengundurkan diri) melakukan unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap Jeanine Anez, yang mengangkat dirinya sebagai presiden Bolivia.

Aparat keamanan Bolivia berusaha membubarkan unjuk rasa dengan paksa, sehingga unjuk rasa berubah menjadi ajang kekerasan.

Morales mundur dari jabatannya untuk menghindari pertumpahan darah, menyusul adanya protes terhadap hasil pilpres yang dimenangkannya. Kekosongan kekuasaan ini dimanfaatkan Anez untuk mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Bolivia.

Dikutip dari BBC, polisi antihuruhara menyerbu barisan pendukung Morales, sehingga memicu bentrokan. Di pihak lain, para legislator pendukung Morales juga mempertanyakan keabsahan status Anez sebagai presiden interim.

Baca: Assad Ungkap Sejumlah Info Penting dalam Wawancara Terbarunya

Menurut laporan ini, pada hari Rabu kemarin (13/11) polisi melemparkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang bergerak menuju istana kepresidenan di La Paz.

Sebagai respon terhadap tindak kekerasan polisi, sejumlah pengunjuk rasa menggunakan papan kayu atau logam sebagai senjata untuk melawan. Mereka meneriakkan slogan “Perang Saudara saat ini!”

Selain di ibukota, unjuk rasa menentang pemilihan Anez juga merembet ke beberapa kota lain di Bolivia, termasuk El Alto.

Sejumlah legislator pendukung Morales memboikot rapat kongres untuk meresmikan klaim Anez. Tujuannya adalah mencegah terpenuhinya kuorum sebagai syarat sahnya rapat kongres.

Morales, yang kini diberi suaka oleh Meksiko, menyatakan bahwa klaim Anez adalah kudeta paling mengerikan sepanjang sejarah dunia. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*