London, LiputanIslam.com — The Islamic Human Rights Commission (IHRC) mengumumkan akan menggelar unjuk rasa di depan Komisi Tinggi untuk Nigeria di London, untuk menuntut keadilan atas pembantaian Muslim Syiah yang dilakukan oleh tentara Nigeria. Sedianya, aksi protes ini akan digelar pada pukul 8.00-9.00 pm waktu setempat.

IHRC menyatakan bahwa insiden ini adalah “pembantaian terhadap penduduk sipil yang menjadi anggota kunci dari Islamic Movement”. (Baca: Iran dan Forum Ulama Libanon Kecam Serangan Terhadap Warga Muslim Syiah di Nigeria)

Disebutkan oleh IHRC, seperti dikutip dari Presstv, (15/12/2015), bahwa sekitar 1.000 orang telah gugur, dan korban terluka tak terhitung. Ironisnya, para korban ditolak oleh pihak pelayanan kesehatan selama 28 jam. Diantara para korban yang butuh pertolongan adalah Ayatullah Ibrahim Zakzaky, pemimpin Islamic Movement, istrinya dan beberapa keluarganya yang menjadi korban penembakan.

Laporan menyebutkan bahwa pada hari Sabtu terjadi penembakan pada Muslim Syiah yang tengah menghadiri peringatan keagamaan di Hussainiyyah Baqeeyatullah, Zaria. Dilaporkan, mereka menghentikan iring-iringan dari Kepala Staf Militer Nigeria Jenderal Tukur Yusuf Buratai karena Zakzaky akan mengisi ceramah di lokasi tersebut. Namun tentara Nigeria begitu reaktif, yang lantas menembaki mereka.

Setelahnya, tentara Nigeria menuju rumah Zakzaky, menembaki siapa saja yang berusaha melindungi ulama tersebut. Akhirnya Zakzaky ditahan setelah berjatuhan korban jiwa.

Pihak berwenang Nigeria menyatakan bahwa Zakzaky mencoba membunuh Buratai, namun tuduhan itu dibantah keras olehnya. Muslim Syiah di Husseiniyah tidak bersenjata, dan merekalah yang menjadi korban.

Berapa jumlah korban yang sebenarnya? Belum diketahui angka pastinya. Beberapa laporan media menyatakan bahwa korban hanya 20 orang saja. Namun Islamic Movement menyebut bahwa ratusan anggota mereka telah gugur.

Menteri Luar Negeri Iran mengutuk kekerasan ini, dan menyatakan bahwa pihaknya merasa kecewa atas sikap Nigeria.

“Republik Islam Iran menuntut klarifikasi Nigeria atas insiden ini. Kami menuntut agar para korban mendapatkan perawatan, begitu juga dengan segala kerusakan agar diperbaiki.” (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL