Foto: RT

Paris,LiputanIslam.com-Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan pos polisi Paris, Rabu malam (29/3). Ini adalah malam ketiga berturut-turut unjuk rasa yang dilakukan sebagai bentuk protes atas terbunuhnya seorang pria paruh baya China oleh polisi.

Unjuk rasa ini berakhir dengan kericuhan. Polisi membubarkan paksa pengunjuk rasa dengan gas air mata dan semprotan merica.

Para pengunjuk rasa menyeret tong-tong sampah ke jalan dan membakarnya hingga menghalangi laju kendaraan. Upaya mereka untuk mematahkan pagar logam berujung pada bentrokan dengan aparat keamanan.

Shaoyo Liu (65) tewas di tangan polisi Minggu (26/3) menyusul terjadinya “pertengkaran rumah tangga.” Kejadian lalu memicu amarah massa.

Ratusan orang, termasuk komunitas Asia, turun ke jalanan Paris pada Senin, Selasa, dan Rabu malam. Mereka memprotes kekerasan polisi, khususnya terhadap etnis minoritas.

Para pendemo menuntut penjelasan dari polisi tentang alasan di balik terbunuhnya pria China tersebut.

Polisi mengklaim bahwa Shaoyo berusaha menyerang mereka dengan gunting. Namun pihak keluarga membantah klaim ini dan menyatakan bahwa gunting itu digunakan korban untuk memotong ikan yang sedang dimasaknya.

Sementara ini, kepolisian Paris menonaktifkan tiga anggotanya yang terlibat dalam kasus ini hingga penyelidikan berakhir.(af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL