Yerussalem,LiputanIslam.com—Palestina memutuskan untuk menarik perwakilannya di Washington sehari pasca negara itu memindahkan kedutaannya untuk Israel ke Yerussalem al-Quds. Berdasarkan atas pernyataan yang disampaikan oleh Menlu Palestina pada Selasa kemarin (15/5) bahwa kepara PLO (Palestine Liberation Organization) di Washington, Husam Zomlot, akat meninggalkan Amerika pada Rabu hari ini.

Pada Senin lalu, rakyat Palestina menggelar aksi protes besar-besaran melawan sikap Amerika yang memindahkan kedutaannya untuk Israel ke Yerussalem. Menteri Kesehatan Gaza melaporkan bahwa peristiwa itu terjadi sehari sebelum “Nakba Day” digelar. Demonstrasi tak bersenjata rakyat Palestina itu dihadapi oleh militer Israel. Akibatnya, lebih dari 60 orang demonstran meninggal dunia.

Demonstrasi rakyat Palestina pada yang berlangsung pada Selasa itu adalah bagian dari aksi demonstrasi panjang bertema “March of Return” yang telah dimulai pada 30 Maret. Tujuan aksi ini adalah untuk mengecam pendudukan Israel dan menuntut agar hak mereka untuk pulang ke kampung halaman segera diberikan.

Dubes Palestina untuk Amerika telah mengecam pembantaian atas warga Palestina di Jalur Gaza dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.

“Pembantaian ini terjadi dalam waktu yang sama, saat Amerika secara ilegal dan tak beradab, membuat provokasi dengan cara membuka kedutaannya untuk Israel di Yerussalem,” ucapnya.

“Kejadian ini sangat tragis. Di satu sisi mereka merayakan tindakan ilegal, namun di sisi lain Israel membunuh serta melukai ribuan rakyat Palestina. Inilah nasib rakyat Palestina. Dan mereka yang menganggap bahwa pembukaan kedutaan akan mendatangkan kedamaian, maka lihatlah apa yang terjadi di Jalur Gaza,” tambahnya.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL