Damaskus,LiputanIslam.com-Pengumuman keluarnya tentara AS dari Suriah, yang konsekuensinya adalah terputusnya dukungan militer Washington terhadap milisi Kurdi, mengingatkan kita kepada statemen Sayyid Hasan Nasrullah sekitar setahun yang lalu.

Pada tahun 2017 lalu, sekjen Hizbullah menyebut kenaikan anggaran Pentagon dari 500 juta dolar menjadi 750 juta dolar hanya dalam setahun. Washington menyatakan, anggaran ini dinaikkan guna memberikan dukungan kepada pasukan demokratik Suriah (SDF) atau milisi Kurdi di Suriah.

Sayyid Nasrullah saat itu mengajukan pertanyaan seputar tujuan utama kenaikan anggaran ini: untuk mendukung demokrasi di Suriah, atau membantu milisi Kurdi?

Dia lalu memprediksi kondisi saat ini dan menasihati milisi Kurdi agar mengambil pelajaran dari orang-orang terdahulu terkait janji bantuan AS. Sayyid Nasrullah mengatakan, Washington hanya akan menjadikan kelompok Kurdi sebagai alat untuk mewujudkan tujuan mereka dalam menghadapi pemerintah Suriah, Iran, Poros Resistansi, dan Rusia. Pada akhirnya, AS akan melupakan janji-janjinya dan meninggalkan milisi Kurdi sendirian di medan tempur.

Dengan adanya pengumuman mendadak keluarnya tentara AS dari Suriah, terlebih di saat ketika ancaman serangan Turki kian dekat, kini milisi Kurdi menghadapi sebuah kondisi krisis.

Turki dikabarkan telah menempatkan persenjataan lengkap di perbatasan dan di dekat pangkalan-pangkalan milisi Kurdi. Tujuannya adalah menumpas habis mereka dari kawasan timur Eufrat. AS juga praktis telah meninggalkan mereka sendirian. Dengan demikian, prediksi Sayyid Nasrullah soal nasib milisi Kurdi benar-benar menjadi kenyataan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*