Damaskus,LiputanIslam.com-Statemen-statemen Tel Aviv tentang Damaskus dinilai kian pedas, menyusul terjadinya sejumlah perkembangan terakhir di Suriah. Menurut laporan stasiun televisi al-Mayadeen, statemen-statemen itu dirilis Israel dengan dalih keberadaan Iran di Suriah.

Avigdor Lieberman, menteri perang Israel, menyatakan, pihaknya tak akan membiarkan Iran menempatkan kakinya di Suriah, apa pun risokonya.

“Kami tak punya opsi lain. Kami tak akan mengizinkan Iran melingkarkan tali di leher kami,”ujarnya.

Gilad Erdan, menteri keamanan publik Israel, mengatakan,”Saya mendukung serangan militer besar-besaran AS dan Barat ke Suriah; serangan yang akan membuat Bashar Assad membayar segala perbuatannya.”

Meski sebagian pejabat Israel berani sesumbar, namun sejumlah pakar dan pejabat politik Rezim Zionis memperingatkan risiko keterlibatan dalam petualangan baru. Mereka menegaskan, Israel akan membayar mahal jika melibatkan diri.

Ehud Barak menyatakan, dia sangat mengkhawatirkan kesiapan Israel untuk berhadapan dengan Hizbullah dan Suriah.

“Sepertinya pentas politik Israel tidak cukup siap untuk memasuki perang baru. Ini masalah yang sangat mengkhawatirkan,”kata mantan perdana menteri Israel ini.

Rusia juga telah memperingatkan, jika Israel terlibat perang, bisa jadi Tel Aviv akan mendapati dirinya tanpa teman.

Menurut para analis, skenario terjadinya perang multipihak, yang juga dihadiri Israel, semakin menguat dari sebelumnya. Mereka berpendapat, mungkin Israel tahu bagaimana cara memasuki perang, tapi tidak tahu cara meloloskan diri darinya. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*