Paris,LiputanIslam.com-Presiden Prancis menyatakan, negaranya sepaham dengan Saudi terkait pembatasan ‘kebijakan ekspansif Iran’ dan perbaikan JCPOA. Namun, ada perbedaan pandangan tentang bentuk perbaikan kesepakatan nuklir tersebut.

Emmanuel Macron dan Muhammad bin Salman mengadakan jumpa pers tentang hasil perundingan kedua belah pihak. Jumpa pers ini dilangsungkan di akhir lawatan Bin Salman selama tiga hari di Prancis.

“Prancis meyakini bahwa JCPOA harus tetap dijalankan. Namun di saat yang sama, kebijakan ekspansif dan program rudal Iran juga harus diatasi,”ujar Macron.

“Di bulan-bulan mendatang, kami dan Saudi beserta sekutu Prancis yang lain akan berunding untuk menghadapi program rudal dan aktivitas regional Iran,”tambahnya.

Macron mengatakan, penanganan ekspansi Iran harus dimulai dari sejumlah negara, termasuk Irak dan Suriah.

“Salah satu langkah yang harus diambil adalah memastikan pemilu parlemen Irak tidak dicampuri pihak asing, termasuk Iran,”ujar Macron.

Terkait krisis Yaman, presiden Prancis berpendapat bahwa krisis ini harus diatasi melalui jalur politik. Namun, di saat yang sama, Macron mengaku tak akan membiarkan serangan rudal balistik yang membahayakan keamanan Saudi.

Dia menyatakan, Prancis akan segera mengambil keputusan terkait tindakan militer atas Suriah. “Jika ada serangan ke Suriah, sasarannya adalah basis-basis kimia Suriah, bukan para sekutu Damaskus,”tandasnya.

Saat Bin Salman ditanya sebab penentangannya terhadap JCPOA, dia menjawab bahwa usai berakhirnya kesepakatan ini pada tahun 2025, Iran hanya beberapa langkah menuju pembuatan bom atom.

“Jika ini terjadi, kondisi Timur Tengah akan sangat membahayakan,”ujarnya.

Dia mengklaim, Saudi tak menghendaki terulangnya kejadian di tahun 1938 yang berujung pada Perang Dunia. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL