Homs,LiputanIslam.com-Tentara Prancis mengaku, pihaknya tidak melakukan serangan apa pun ke pangkalan udara Tayfur (T-4) di Homs, Suriah.

Menurut laporan sejumlah media, sejumlah misil ditembakkan ke arah pangkalan T-4 di Homs, Senin dini hari (9/4). Namun sistem pertahanan udara Suriah sukses merontokkan 8 misil itu sebelum mengenai sasaran.

Menyusul tersiarnya kabar serangan ini, jubir Pentagon langsung menepis keterlibatan AS dalam serangan tersebut.

Dalam statemennya, Pentagon menyatakan bahwa saat ini mereka tidak melakukan serangan apa pun, “namun mengawasi situasi dari dekat.” Di saat yang sama, Pentagon mengumumkan dukungan terhadap upaya diplomatik untuk menindak pelaku serangan kimia di Douma, Suriah.

Pada Minggu (8/4) kemarin, Amos Yadlin, mantan kepala intelijen tentara Israel, meminta agar AS menyerang Suriah, sebagai balasan atas serangan tentara Suriah ke Ghouta Timur yang didukung jet-jet Rusia.

Sabtu malam saat tentara Suriah sedang mengambil langkah terakhir untuk membebaskan Ghouta Timur dan merelokasi para teroris dari Douma, tiba-tiba terjadi serangan kimia yang menewaskan lebih dari 150 warga sipil.

Seperti biasa, Barat langsung menuduh pemerintah Damaskus ketika terjadi serangan kimia. Dengan dalih ini, mereka berupaya melancarkan tekanan dan serangan militer atas Suriah. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*