Riyadh,LiputanIslam.com-Harian al-Quds al-Arabi melaporkan, ada kemungkinan Saudi akan membentuk aliansi segitiga bersama AS dan Israel. Hal ini didasari pandangan politik Muhammad bin Salman (MbS) yang memusuhi Iran dan membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Sejumlah sumber Rezim Zionis berpendapat, perhatian besar AS untuk menyambut kunjungan MbS bukan sekedar menunjukkan persahabatan erat Trump dengan putra mahkota Saudi. Lebih dari itu, hal ini mengindikasikan potensi terbentuknya aliansi segitiga Saudi-Israel-AS.

“Kesepakatan Abad Ini”-terkait penyelesaian masalah Palestina-adalah sebuah persiapan agar Israel bisa menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab, terutama Saudi.

Menurut sumber-sumber Israel, MbS tidak terlalu mementingkan warga Palestina yang dijajah Rezim Zionis. Dia dinilai berusaha menjadikan isu Palestina sebagai sarana untuk mengukuhkan posisi Saudi sebagai kekuatan regional di hadapan Iran.

Pertemuan Trump dengan MbS tiga hari setelah pertemuan presiden AS dengan Netanyahu dipandang sebagai hal penting, karena topik pertemuan tersebut adalah pengaruh Iran di kawasan. Selain itu, Trump pada Mei mendatang juga harus memberi keputusan final tentang sikap AS terhadap JCPOA.

Menurut situs Ynetnews, yang berafiliasi dengan harian Israel “Yedioth Ahronoth”, kepentingan bersama AS-Saudi bukan hanya dalam jual-beli persenjataan saja, sebab sebelum itu, Trump menyebut Saudi sebagai sekutu utama dan pemain berpengaruh di kawasan.

Terpilihnya Mike Pompeo sebagai menlu baru AS adalah karena dia mendukung keluarnya Washington dari JCPOA.

Trump dinilai yakin bahwa dia bisa menghentikan program nuklir Iran dengan cara lain. Berdasarkan perbincangannya dengan Netanyahu, Trump menyatakan ada berbagai cara, termasuk militer, untuk menghentikan ‘ancaman Iran,’ Salah satunya adalah membentuk aliansi AS-Saudi-Israel. (af/alalam/tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL