Washington,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri AS dalam sebuah wawancara menyatakan, keluarnya Iran secara total dari Suriah adalah harapan yang terlalu tinggi. Namun, kata Mike Pompeo, Washington menganggap tujuan ini sebagai misinya.

“Keluarnya Iran (dari Suriah) adalah tujuan yang terlalu muluk. Namun ini adalah misi kami, dan kami punya banyak sarana untuk mewujudkan tujuan ini,”ujarnya. “Pada hakikatnya, penarikan dua ribu tentara AS dari Suriah adalah sebuah perubahan taktikal. Hal ini tidak akan mengubah kapasitas dan kemampuan kami melakukan tindakan militer yang mesti dijalankan,”lanjut Pompeo.

Washington selalu menuntut agar Iran keluar sepenuhnya dari Suriah, padahal Damaskus dan Teheran kerap menegaskan, Iran datang ke Suriah atas undangan resmi Damaskus untuk memerangi terorisme. Selain itu, Iran juga tidak menempatkan militernya di Suriah dan hanya mengirim para konsultan.

Dalam bagian lain wawancaranya, Pompeo menuduh peluncuran satelit Iran sebagai pelanggaran terhadap resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.

“Dalam beberapa hari ke depan, Iran berniat meluncurkan satelit ke luar angkasa. Kabarnya mereka akan menempatkan satelit-satelit di luar angkasa, tapi sebenarnya program ini adalah cover untuk kelanjutan ujicoba rudal modern yang bisa memuat hulu ledak nuklir,”kata Pompeo.

AS dan sejumlah negara Eropa (seperti Prancis) mengklaim ujicoba rudal balistik Iran sebagai pelanggaran resolusi PBB. Padahal faktanya, resolusi 2231 hanya “meminta” agr Iran tidak melakukan ujicoba rudal balistik yang dirancang untuk memuat hulu ledak nuklir. Selain itu, program rudal Iran bersifat defensif dan sama sekali tidak dibuat untuk membawa hulu ledak nuklir. (af/yjc)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*