Okinawa,LiputanIslam.com-Unjuk rasa warga Okinawa atas keberadaan Marinir Amerika di pulau ini berujung pada bentrokan dengan polisi.

AFP melaporkan, para peserta unjuk rasa di hari Selasa (7/2) yang melakukan protes dengan cara duduk, dibubarkan aparat polisi dengan kekerasan.

Para pendemo semakin marah saat polisi menindak kasar seorang pengunjuk rasa cacat yang duduk di kursi roda.

Beberapa hari lalu, warga juga melakukan unjuk rasa besar-besaran di depan pangkalan Marinir AS. Unjuk rasa ini diadakan saat pejabat pusat dan pejabat Okinawa masih berselisih terkait keberadaan pangkalan militer ini.

Takeshi Onaga, walikota Okinawa dan pemimpin unjuk rasa ini, menuntut pemindahan pangkalan ini ke luar pulau Okinawa. Sementara pemerintah pusat bersikeras memindahkan pangkalan ini ke Henoko, yaitu daerah yang penghuninya lebih sedikit.

Warga lokal dan aktifis lingkungan menyatakan, langkah pemerintah pusat ini bisa menyebabkan polusi suara dan tindak kriminal, juga bisa mengakibatkan rusaknya lingkungan Henoko yang relatif masih perawan.

Pemerintah pusat memutuskan untuk melanjutkan proyek ini setelah di akhir tahun lalu, Mahkamah Agung Jepang menyatakan bahwa pembatalan proyek ini tidak sah.

Pemerintah Jepang berniat menyelesaikan pembangunan pangkalan ini dalam lima tahun ke depan. Di pihak lain, Gubernur Okinawa bertekad akan terus berupaya mencegah kelanjutan proyek ini sampai benar-benar dibatalkan. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL