Warsawa,LiputanIslam.com-Menurut berita yang dikutip dari Reuters, Kamis (26/1), Polandia dan Lithuania menyatakan, jika Trump ingin memulai kembali program penjara-penjara rahasia CIA guna mengurung para terduga teroris, mereka tak akan membiarkan wilayahnya digunakan untuk hal tersebut.

Dua negara ini termasuk sekutu dekat Amerika. Di masa ketika George W. Bush mengawali ‘perang melawan terorisme’ pasca 9/11, CIA membangun penjara-penjara rahasia di Polandia dan Lithuania.

Para pejabat Amerika menyatakan, ada kemungkinan Trump akan memerintahkan revisi atas program ini. Ini berarti bahwa program penjara rahasia akan dilanjutkan.

Amerika memiliki penjara-penjara serupa di Rumania, Thailand, dan Afghanistan. Penjara-penjara ini menggunakan beragam cara interogasi dan penyiksaan terhadap para tahanan.

Perdana Menteri Polandia mengatakan,”Tidak ada pembicaraan terkait hal ini, juga tak ada alasan untuk berunding. Saya jelas menolak dimulainya program pembangunan penjara rahasia di Polandia.”

Senada dengan PM Polandia, Menlu Lithuania menyatakan, negaranya siap bekerjasama dengan Amerika dalam semua masalah strategis, namun HAM harus dilindungi.

“Berdasarkan undang-undang internasional, mustahil kita menyiksa orang lain. Tindakan semacam ini bertentangan dengan moral, hukum, dan konstitusi. Menurut saya, tak ada negara beradab yang menggunakan cara-cara ini. Ini bukan sekedar sikap pribadi saya, tapi adalah sikap Lithuania,”pungkasnya. (af/tasnimnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL