Sana’a,LiputanIslam.com—Ibu Kota Sana’a dan al-Bayda kini telah masuk ke dalam daftar kota-kota di Yaman yang tidak memiliki cadangan air bersih akibat blokade koalisi militer pimpinan Arab Saudi. Komite Palang Merang Internasional (ICRC) mengatakan pada Senin (20/11), bahwa blokade tersebut telah memutus suplai bantuan air bersih untuk rakyat Yaman.

Kini, di pusat kota padat penduduk itu, 2.5 juta rakyat Yaman sedang kekurangan pasokan air bersih. “Hal ini akan menyebabkan datangnya pernyakit yang timbul dari penggunaan air kotor”, ucap Lolanda Jaquemet, jubir ICRC.

Sejak April, sekitar 940.768 rakyat Yaman telah terinfeksi penyakit kolera—salah satu penyakit yang timbul dari air kotor—yang terburuk dalam sejarah dunia modern. “Penyakit ini setidaknya telah membunuh 2.200 rakyat Yaman,” ungkapnya.

“Sistem air dan pengelolan limbah di Dhamar dan Amaran kini hanya mampu beroperasi 50% saja,” tambah Jaquamet.

Koalisi Arab Saudi telah menutup akses darat, laut, dan udara menuju Yaman sejak 6 November lalu, sebagai respon atas misil yang ditembakkan oleh Houthi Yaman ke arah Ibukota Arab Saudi, Riyadh.

Pada Jum’at lalu, ICRC melaporkan bahwa tiga kota—Saada, Taiz, dan Hodeidah—telah kehilangan pasokan air bersih akibat blokade yang diberlakukan Arab Saudi.

“Hari ini, bencana itu telah menimpa Sana’a dan al-Bayda,” ucapnya.

PBB telah mengecam kebijakan blokade tersebut karena dapat menyebabkan bencana kelaparan terbesar di dunia dalam beberapa dekade. Sekitar tujuh juta orang di Yaman sedang terancam kelaparan.

Selain itu, ICRC juga melaporkan bahwa sekitar 20 pasien anak-anak telah meninggal beberapa minggu lalu akibat minimnya penanganan kesehatan yang ada. (fd/geo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL