Ankara,LiputanIslam.com-Perdana menteri Turki, Binali Yildirim, mengatakan bahwa keputusan Donald Trump terkait al-Quds mirip dengan referendum disintegrasi Kurdistan Irak.

Terkait pengakuan al-Quds sebagai ibukota Israel oleh Amerika dan kemiripannya dengan referendum Kurdistan, Yildirim mengatakan,”Kendati ditentang oleh masyarakat internasional, mereka (Kurdistan) tetap melaksanakan referendum. Kita semua tahu apa yang kemudian terjadi.”

Perdana menteri Turki menyebut al-Quds sebagai tempat suci bagi Islam, Kristen, dan Yahudi. “Mengubah kondisi al-Quds akan mendatangkan hasil serupa dengan menarik pelatuk sebuah granat,”kata Yildirim.

Sebelum ini, Ismail Haniyeh telah menyeru warga Palestina untuk melakukan unjuk rasa di Tepi Barat. Ketua kantor politik Hamas ini menyatakan bahwa Intifadhah jilid IV akan dimulai.

Donald Trump pada Rabu kemarin (6/12) secara resmi mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel. Dia juga menginstruksikan pemindahan kedubes Amerika dari Tel Aviv ke al-Quds. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL