Islamabad,LiputanIslam.com-PM Pakistan menegaskan, meski Islamabad menghendaki jalinan hubungan dengan Washington, namun kini negaranya bukan lagi serdadu atau marinir upahan AS.

Dalam wawancara dengan Washington Post,  Imran Khan menjelaskan soal perang verbalnya dengan Donald Trump di Twitter. Menurutnya, itu bukan ‘perang’, tapi hanya menunjukkan cara terbaik untuk menjalin kerjasama bilateral.

‘Saya bertukar kata dalam menanggapi tweet Trump karena Pakistan selalu menjadi tertuduh akibat kebijakan militer AS di Afghanistan.”lanjutnya.

Khan membantah klaim AS terkait adanya tempat-tempat perlindungan Taliban di wilayah Pakistan. Dia mengatakan, pihaknya kerap meminta AS untuk menunjukkan bukti-bukti klaim mereka, jika memang mereka memilikinya.

“Perbatasan Pakistan dan Afghanistan diawasi dengan sangat ketat. Dari sisi lain, AS juga memiliki teknologi satelit dan pesawat nirawak, yang bisa digunakan untuk mengamati orang-orang yang lalu lalang di perbatasan.”tandasnya.

“Ditegakkannya perdamaian dan stabilitas di Afghanistan akan menguntungkan Pakistan. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami akan mengerahkan segala upaya.”

Khan berpendapat, menggunakan tekanan atas Taliban jauh lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. “Kita harus ingat bahwa saat ini, 40 persen dari wilayah Afghanistan berada di luar kendali pemerintah Kabul,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*