Washington,LiputanIslam.com-Dalam konferensi pers bersama Donald Trump, Said Hariri tidak bereaksi saat presiden Amerika menuduh Hizbullah sebagai teroris.

Hariri adalah perdana menteri pemerintahan yang memiliki dua menteri Hizbullah dalam jajaran kabinetnya. Trump melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap Hizbullah saat organisasi ini melancarkan operasi militer di kawasan yang diduduki Jabhat al-Nusra di Arsal, Lebanon. Operasi yang telah berlangsung beberapa hari ini menimbulkan kerugian besar di pihak teroris al-Nusra.

Selama lima hari operasi, Hizbullah sukses membebaskan sejumlah daerah di timur Lebanon dan kawasan perbatasan dengan Suriah. Daerah-daerah tersebut dikuasai ISIS dan Jabhat al-Nusra dalam tiga tahun terakhir.

Trump pada hari Selasa (25/7) mengklaim, Hizbullah adalah ancaman bagi Lebanon dan Timur Tengah.

“Hizbullah menyebabkan parahnya krisis kemanusiaan di Suriah. Mereka memperburuk tragedi kemanusiaan di Lebanon dengan dukungan Iran,”ujar Trump.

Trump menyatakan, dia akan mengumumkan keputusan terakhirnya terkait rencana embargo baru Amerika atas Hizbullah dalam 2 jam ke depan.

Pada tahun 2016, Kongres Amerika menjatuhkan sejumlah sanksi atas Hizbullah. Mereka berdalih bahwa organisasi ini adalah kelompok teroris.

Baru-baru ini, para anggota Kongres Amerika berusaha memasukkan sejumlah personel dan kelompok sekutu Hizbullah dalam daftar sanksi mereka.

Hizbullah mengabarkan, Sayyid Hasan Nasrullah akan berpidato pada hari Rabu ini (26/7). Diperkirakan bahwa sekjen Hizbullah ini akan berbicara tentang operasi di Arsal, juga menanggapi pernyataan Trump tentang Hizbullah. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL