Arbil,LiputanIslam.com-Perdana menteri Kurdistan Irak menegaskan, ditutupnya perbatasan Kurdistan-Turki tidak menguntungkan pihak manapun. Arbil juga disebutnya tidak menghendaki kemerdekaan yang dibarengi perang.

Dalam wawancara dengan harian Turkiye, Nechirvan Barzani mengklaim bahwa referendum Kurdistan bukan ancaman bagi keamanan nasional Turki. “Blokade perbatasan antara Arbil dan Ankara tidak menguntungkan Turki atau Kurdistan,”ujarnya.

Barzani mengaku bahwa penyelenggaraan referendum adalah kehendak rakyat Kurdistan.

Terkait distribusi minyak Kurdistan ke Eropa, Barzani menyebut Turki sebagai jalur aman untuk memasok energi Kurdistan ke Eropa. Dia berharap, hal ini akan terus berlanjut di masa mendatang. Dia meminta Turki tidak melupakan perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak.

PM Kurdistan juga bicara soal kota Kirkuk yang dianggap Ankara sebagai “garis merah Turki.” Barzani mengklaim, kota ini bukan hanya milik etnis Kurdi, tapi juga milik etnis Turkaman, Arab, dan Kristen.

Pernyataan ini disampaikan Barzani, padahal  para pejabat Kurdistan sejak beberapa waktu telah mulai mengubah demografi Kirkuk dan menyebutnya sebagai “kota Kurdi.”

Sebelum ini, pihak Turkaman telah memperingatkan infiltrasi kelompok teroris PKK ke Kirkuk dalam beberapa bulan terakhir. Mereka ditengarai menyusup untuk mengintimidasi para penentang referendum Kurdistan.

Kendati Baghdad telah bersikap keras terkait referendum Kurdistan, Barzani mengaku pihaknya akan melanjutkan dialog dengan pemerintah pusat.

“Kami tidak menghendaki kemerdekaan yang menyeret kami ke dalam perang,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL