Baghdad,LiputanIslam.com-Melalui konferensi pers di Baghdad, Haidar al-Abadi menyatakan bahwa pemerintahannya menekankan pentingnya unjuk rasa yang dilakukan secara damai. Dia mengabarkan adanya sejumlah penyusup dan kelompok yang menyalahgunakan demonstrasi.

Sumaria News melaporkan, al-Abadi meminta agar “pemerintah tidak dijerumuskan dalam konflik internal sehingga melupakan tujuan yang lebih penting.”

Perdana Menteri Irak menyebut bahwa menyerang Baghdad dengan rudal-rudal terpandu adalah sebuah tindak kriminal.”Saya minta agar semua pihak bekerjasama mengidentifikasi para pelaku yang telah mencederai warga. Kami telah memulai penyelidikan atas rudal-rudal ini supaya warga tidak lagi terancam bahaya,”tuturnya.

Al-Abadi menyatakan, sebagian orang memprovokasi para pemuda untuk berhadapan dengan aparat keamanan. Dia lalu mengajukan pertanyaan: untuk kepentingan siapa para pemuda ini mesti dikorbankan?

Sabtu lalu (11/2), terjadi demonstrasi besar yang diikuti ribuan orang di Tahrir Square, Baghdad. Para pendemo menuntut perubahan Komisaris Pemilihan dan aturan-aturannya.

Ali Tamimi, gubernur Baghdad, mengabarkan ada 4 pendemo tewas dan 320 lainnya terluka dalam unjuk rasa ini. Al-Abadi telah memerintahkan investigasi dan penangkapan atas para pelaku penyerangan terhadap pendemo.

Kepala keamanan Baghdad mengumumkan, 8 orang dari aparat juga tewas dan terluka dalam unjuk rasa tersebut. Dia menyatakan bahwa sejumlah pendemo membawa senjata dan pisau. Dia menegaskan bahwa para bawahannya akan menjalankan tugas mereka guna menjaga ketertiban dan melindungi harta benda warga. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL