Baghdad,LiputanIslam.com—PM Irak, Haider al-Abadi mengatakan bahwa terbakarnya kotak-kotak suara di Irak merupakan ancaman bagi kelangsungan demokrasi di negara ini.

“Pembakaran kotak-kotak suara adalah “plot” yang membahayakan negara dan demokrasi. Kami akan mengambil langkah tegas pada siapa saja yang telah merusak keamanan negara dan masyarakat,” ucap Abadi pada Minggu malam (10/6).

Sementara itu, demisioner jubir parlemen, Salim al-Jabour, mengatakan bahwa insiden ini mengharuskan pemilihan parlemen harus dilakukan ulang.

“Pembakaran gudang penyimpanan kotak suara di distrik Rusafa ini adalah kejahatan yang disengaja dan terencana dengan tujuan menyembunyikan kasus penipuan dan manipulasi suara,” ucapnya.

Sementara itu, Moqtadha al-Sadr mengatakan bahwa insiden ini bertujuan untuk memaksa dilakukannya pemilihan ulang dan menyembunyikan kecurangan.

“Siapa pun yang telah membakar hasil pemilihan itu memiliki dua tujuan: Pertama mengulang pemilihan atau menghancurkan kotak suara yang hasilnya telah diperhitungkan,” ucapnya melalui twitter.

Pada Minggu kemarin, proses demokrasi di Irak telah terganggu akibat terjadinya kebakaran di gudang-gudang penyimpanan kotak suara hasil pemilihan di distrik Rusafa, Irak.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*