Baghdad,LiputanIslam.com-Kabar pengumuman dukungan PM Irak terhadap embargo AS  atas Iran mendapat reaksi pedas dari kelompok perlawanan Iran, al-Nujaba.

Ditujukan kepada Haider al-Abadi, Hashim al-Musawi (jubir al-Nujaba) mengatakan,”Sejak kapan rakyat Irak menjadi bagian dari proyek embargo atas bangsa-bangsa? Sejak kapan putra-putra Irak menjadi sekutu poros terorisme AS; poros yang menghendaki intervensi dan pemecahbelahan negara-negara, penindasan rakyat, dan perampokan harta mereka?”

Al-Musawi menegaskan, rakyat Irak telah mengorbankan harta dan nyawa demi Palestina dan Suriah. Oleh karena itu,mereka tak akan membiarkan Irak menjadi salah satu negara bagian AS dan dipaksa menuruti kehendak Washington.

“Kami telah memberikan darah demi kedaulatan Irak. Kami tak akan izinkan orang lain mengusik kemerdekaan kami,”tandasnya.

Jubir al-Nujaba menyatakan, tidak seharusnya pemerintah Irak takut akan keputusan sepihak AS untuk mengembargo Iran. “Ini bukan keputusan Dewan Keamanan PBB yang harus dipatuhi. Dua pertiga dunia, dari Rusia dan China hingga India, Pakistan, dan negara-negara lain, berdiri mendampingi Iran,”kata al-Musawi.

“Iran diserang karena dukungan sejatinya terhadap Palestina, Irak, Suriah, dan semua negara Islam. Apakah Iran pernah mengirim bom mobil atau sabuk bom bunuh diri ke Irak?”

Di akhir pidatonya, ditujukan kepada al-Abadi, al-Musawi mengatakan,”Jika kebaikan harus dibalas kebaikan, kenapa Anda menyertai musuh Iran? Apa jawaban Anda terhadap rakyat Iran yang telah membantu kita? Bagaimana Anda menjawab keluarga para syuhada dan serdadu mereka?”

Sebelum ini, media-media Irak mengutip statemen PM Irak yang mengaku bahwa dia terpaksa mendampingi Washington dalam embargo atas Iran, meski “dalam hati tidak menginginkannya.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*