Baghdad,LiputanIslam.com-Kantor berita Sumaria News melaporkan, kantor perdana menteri Irak menanggapi positif sikap Ayatullah Sayyid Ali Sistani terkait referendum Kurdistan.

Kantor Haider Abadi dalam statemennya menyebut pendirian ulama kharismatik Irak itu sebagai “sikap bersejarah dan bertanggung jawab.”

Menurut kantor perdana menteri Irak, pendirian Ayatullah Sistani yang menolak referendum disintegrasi Kurdistan ini adalah faktor yang menjaga keutuhan wilayah Irak.

Pada Jumat kemarin (29/9), wakil Ayatullah Sistani dan khatib salat Jumat Karbala menegaskan, marja’ (ulama rujukan umat) Irak menolak referendum Kurdistan. Menurut Ahmad al-Shafi, referendum tersebut adalah ancaman bagi persatuan nasional dan keutuhan teritori Negeri Seribu Satu Malam.

Ayatullah Sistani sendiri dikenal sebagai ulama yang memberi perhatian terhadap masalah-masalah politik. Saat ISIS menguasai sebagian besar wilayah Irak, beliau mengeluarkan fatwa kewajiban jihad bagi warga Irak. Fatwa Ayatullah Sistani dipandang berperan sangat penting dalam kebangkitan rakyat Irak memerangi ISIS. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL