Gaza,LiputanIslam.comReuters melaporkan, PLO mengumumkan tidak akan membayar biaya listrik Gaza kepada Israel. Keputusan ini bisa mengakibatkan terputusnya listrik ke Jalur Gaza secara total. Padahal saat ini saja, sekitar 2 juta warga Gaza tidak mendapatkan pasokan listrik di sebagian besar waktu mereka.

Keputusan ini juga bukti lain akan kebijakan keras PLO terhadap Hamas yang menguasai Jalur Gaza. Hamas telah mengambil alih kontrol Gaza sejak tahun 2007.

Seorang juru bicara Hamas menyebut keputusan ini sebagai “langkah yang menajamkan pertikaian.”

PLO sendiri menggunakan beragam cara untuk menekan Hamas. Tujuannya adalah memaksa kelompok perlawanan ini untuk melangsungkan pemilu baru. Sebagai contoh, PLO mengenakan pajak atas bahan bakar yang dibeli Hamas untuk satu-satunya pembangkit tenaga listrik Gaza. Pembangkit listrik ini sudah tidak berfungsi sejak dua minggu terakhir.

Berdasarkan pernyataan yang dirilis Rezim Zionis, PLO langsung menolak membayar biaya 125 mega watt listrik yang disalurkan ke Gaza melalui 10 titik. Listrik sebanyak ini sama dengan 30 persen kebutuhan listrik Gaza.

Dengan mandeknya aktifitas satu-satunya pembangkit listrik Gaza dan problem yang terus muncul dalam proses pengiriman listrik dari Mesir, keputusan PLO ini bisa menimbulkan krisis baru di Jalur Gaza. Sekarang ini, warga Gaza hanya menikmati listrik selama 4-6 jam dalam sehari. Juru bicara PLO enggan berkomentar terkait keputusan organisasi ini.

Israel memungut bayaran 11 juta dolar tiap bulan dari PLO untuk memenuhi sedikit dari kebutuhan listrik Gaza. Biaya ini diperoleh dari pemasukan pajak PLO. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL