Ramallah,LiputanIslam.com-Kementerian luar negeri PLO mengumumkan, rencana perdamaian Palestina-Israel  yang digagas AS diubah berulang kali demi menyenangkan Rezim Zionis.

Kemenlu PLO juga menuding bahwa presiden AS telah berbohong terkait Deal of Century.

Kemenlu PLO pada Kamis (18/4) menyatakan, tim Donald Trump telah mengkoordinasikan Deal of Century dengan pihak Israel berkali-kali. Delegasi Israel juga berulang kali pergi ke Washington untuk menemui tim Trump dan mengubah rencana perdamaian tersebut.

Jared Kushner (menantu dan utusan khusus Trump untuk Timteng) disebut telah berkoordinasi dengan Benyamin Netanyahu (PM Israel) terkait proposal AS ini. Kushner dikabarkan berusaha agar konten proposal perdamaian tidak bertentangan dengan sikap politik Netanyahu.

Dilansir oleh harian al-Quds al-Arabi, kemenlu PLO menyatakan, statemen dubes Israel untuk AS menunjukkan, Rezim Zionis sangat puas dengan bingkai Deal of Century. Statemen dubes Israel ini berlawanan dengan klaim pemerintahan Trump bahwa tak seorang pun yang tahu isi proposal itu.

Ron Dermer (dubes Israel) pada hari Rabu (17/4) mengatakan, dia sangat yakin bahwa proposal perdamaian AS “akan mewujudkan kepentingan-kepentingan vital Tel Aviv.”

Berdasarkan Deal of Century, para pengungsi Palestina tidak berhak untuk kembali ke tanah air mereka dan akan ditempatkan di “tanah air” lain. Pengakuan sepihak AS bahwa al-Quds adalah ibukota Israel dan pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds dilontarkan untuk melicinkan Deal of Century. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*