Afghanistan,LiputanIslam.com—Presiden Aghanistan, menyatakan pada Minggu (7/05), bahwa pimpinan ISIS di Afghanistan yang telah memperkeruh situasi keamanan di negara tersebut telah tewas dalam serangan pasukan khusus, bulan lalu.

Pimpinan kelompok militan, Abdul Hasib, sebelumnya telah melakukan serangan berdarah dan secara langsung menantang otoritas Presiden Ashraf Ghani. Selain itu, ia juga telah melakukan pembantaian di rumah sakit tentara Afghan dan telah menewaskan sedikitnya 50 orang.

Berdasarkan atas pernyataan yang dirilis oleh kantor Ghani bahwa Hasib telah terbunuh dalam sebuah operasi militer yang digelar pada 27 April di Provinsi Nangarhar Timur, tepatnya di sepanjang perbatasan Afghan dan Pakistan. Pernyataan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah telah menunggu verifikasi bahwa Hasib telah terbunuh dalam serangan tersebut sebelum pengumuman tentang kematiannya disampaikan secara resmi.

Komando militer AS di Afghan mengatakan pada Minggu (7/05), bahwa tentara Amerika ikut terlibat dalam serangan khusus yang berhasil menewaskan Hasib dan 35 anggota kelompok militan lainnya.

Ini adalah yang kedua kalinya dalam sembilan bulan terakhir bahwa pimpinan ISIS di Khorasan, sebagaimana juga di Afghanistan, tewas terbunuh. Jenderal John W. Nicholson, komandan tentara Amerika di negara tersebut, mengatakan bahwa pimpinan ISIS sebelumnya, Hafiz Saeed Khan, terbunuh pada bulan Juli dalam serangan udara AS. Dia telah melaporkan peristiwa ini beberapa kali, sebelum akhirnya pihak militer Amerika memberikan konfirmasinya pada bulan Agustus.

Komando militer Amerika Serikat di Afghanistan mengatakan bahwa operasi pada 27 April yang menargetkan Pimpinan ISIS, Hasib, juga telah menewaskan dua tentara Amerika. Mereka adalah Sersan Joshua Rodgers dan Sersan Cameron Thomas.

Pentagon mengatakan bahwa tentara Afghan dan Amerika sering kali melakukan misi bersama. Salah satu misi militer yang berhasil menewaskan Hasib merupakan misi gabungan 50 tentara Amerika dan sejumlah pasukan keamanan khusus Afghanistan. Sebuah aksi baku tembak pecah saat penggerebekan terhadap kelompok militan ISIS dilakukan. Jet tempur F-16 Amerika dan helikopter Apache melakukan serangan udara untuk melindungi para tentara. (fd/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL