139508190848166509148884Washington,LiputanIslam.com-Media-media Amerika melaporkan, sekira 4,7 juta orang telah menandatangani petisi yang ditujukan kepada Lembaga Pemilihan Presiden Amerika. Mereka meminta lembaga ini memberikan suara untuk Hillary Clinton dan menjadikannya kepala negara Amerika.

Petisi ini mulai ditandatangani Daniel Brezenoff pada 10 November 2016. Suara rakyat yang diperoleh Clinton saat pilpres 2,5 juta lebih banyak dari suara yang didapat Trump.

Rencananya, Electoral College (Lembaga Pemilihan Presiden) akan memberikan 306 suaranya untuk Trump pada 19 Desember nanti. Berdasarkan UU Amerika, diperlukan 270 suara dari anggota lembaga ini agar kandidat presiden bisa lolos ke Gedung Putih.

Jika seluruh anggota lembaga ini memberikan suara sesuai keinginan negara bagian mereka, Trump akan menjadi presiden. Namun anggota 14 negara bagian di lembaga ini bisa memberikan suara untuk Clinton tanpa mendapat sanksi hukum apa pun.

Dalam petisi ini, warga Amerika meminta dari 149 anggota Electoral College untuk mengabaikan perolehan suara negara bagian mereka. Mereka diharap memberikan suara untuk Hillary Clinton.

Para pendukung Clinton percaya, Trump tidak layak untuk melayani rakyat Amerika. Justru dia yang akan menjadikan warga sebagai tumbal. Kecerobohan, tiadanya pengalaman, dan karakter pembohong Trump akan membahayakan rakyat Amerika. Mereka beranggapan, Clinton lebih layak jadi presiden, sebab ia memperoleh suara rakyat lebih banyak.

Sejumlah anggota EC dilaporkan mengadakan kampanye internal. Tujuannya adalah meyakinkan para sejawat mereka untuk memberikan suara kepada Clinton.

‘Pemberontakan’ ini memang tidak terlalu diharapkan berhasil. Namun, seorang anggota EC dari Texas menyatakan, ia lebih suka mengundurkan diri ketimbang memberikan suara untuk Trump. Ia mengaku, jika memilih Trump, ia mengkhianati keimanan Kristianinya. (af/tasnimnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL